🕌 Perbandingan Mazhab
Perbedaan 4 Mazhab dalam Pembagian Waris Islam: Syafi'i, Hanafi, Maliki, Hanbali
Perbandingan Mazhab± 6 menit bacaSyafi'i · Hanafi · Maliki · Hanbali
Keempat mazhab besar dalam Islam sepakat dalam prinsip dasar waris, namun berbeda pendapat pada beberapa kasus spesifik yang dapat mempengaruhi hasil pembagian secara signifikan.
1. Mazhab Syafi'i — Dominan di Indonesia
- Kakek vs saudara: Kakek berbagi (muqasamah) dengan saudara kandung/seayah, seolah-olah ia salah satu dari mereka, dengan jaminan bagian kakek tidak kurang dari 1/6 harta
- Radd: Sisa harta tidak dikembalikan kepada suami atau istri
- Dzawul Arham: Diakui sebagai ahli waris jika tidak ada ahli waris utama
2. Mazhab Hanafi — Dominan di Asia Selatan & Turki
- Kakek vs saudara: Kakek diperlakukan seperti ayah, sehingga menghijab (menghalangi) saudara kandung/seayah sepenuhnya
- Radd: Sisa harta dapat dikembalikan kepada suami atau istri jika tidak ada ahli waris lain
- Dzawul Arham: Mendapat hak waris dengan urutan prioritas terperinci
3. Mazhab Maliki — Dominan di Afrika Utara
- Kakek vs saudara: Kakek berbagi (muqasamah) dengan saudara kandung/seayah, sebagaimana jumhur, dengan jaminan minimal 1/6
- Radd: Tidak dikembalikan ke suami/istri, sama dengan Syafi'i
- Dzawul Arham: Tidak diakui — jika tidak ada ahli waris utama, harta masuk Baitul Mal
- Nenek: Hanya nenek dari pihak ibu yang diakui penuh
4. Mazhab Hanbali — Dominan di Arab Saudi
- Kakek vs saudara: Kakek berbagi (muqasamah) dengan saudara kandung/seayah, mengikuti ijtihad Zaid bin Tsabit, sebagaimana jumhur
- Radd: Membolehkan radd kepada suami atau istri jika tidak ada ahli waris lain
- Dzawul Arham: Diakui sebagai ahli waris jika tidak ada ahli waris utama
Kasus Kakek Bersama Saudara: Mengapa Hasilnya Bisa Sangat Berbeda
Dari semua perbedaan di atas, kasus kakek bersama saudara adalah yang paling besar dampaknya pada hasil perhitungan. Pendapat Abu Hanifah menganggap kakek sebagai pengganti ayah sehingga saudara menjadi mahjub (terhalang), sementara jumhur ulama — Maliki, Syafi'i, dan Hanbali — mengikuti ijtihad Zaid bin Tsabit: kakek berbagi dengan para saudara seolah-olah ia salah satu saudara laki-laki, dengan jaminan bagiannya tidak kurang dari seperenam harta.
Ilustrasi: kakek dan 1 saudara laki-laki kandung, harta Rp60 juta
- Menurut Hanafi: kakek mengambil seluruh harta (Rp60.000.000); saudara mahjub (Rp0)
- Menurut Syafi'i, Maliki, Hanbali: muqasamah — kakek dan saudara masing-masing mendapat Rp30.000.000
Satu susunan ahli waris yang sama, selisih hasilnya Rp30 juta — inilah pentingnya mengetahui mazhab yang diikuti keluarga sebelum membagi warisan.
Tabel Perbandingan
| Isu | Syafi'i | Hanafi | Maliki | Hanbali |
| Kakek vs Saudara | Berbagi (muqasamah) | Kakek menghijab | Berbagi (muqasamah) | Berbagi (muqasamah) |
| Radd ke Suami/Istri | Tidak | Ya | Tidak | Ya |
| Dzawul Arham | Diakui | Diakui | Tidak diakui | Diakui |